Rabu, 25 Oktober 2017

SALAHKAH DO'AKU ? (part 5)


By Enny Musfiroh Setyarini

Teriakan Haula cukup mengagetkan Rena.
"Afwan Bang Hadi,  saya mau jalan dulu yaa, udah ditunggu temen, mohon maaf yaa,, assalamu'alaikum", Rena buru-buru menutup perbincangan.

"Wa'alaikumussalam", suara dari seberang sana nampak tidak seantusias diawal.

Bergegaslah keduanya menuju warung makan favorit mereka.
Di perjalanan, Rena setengah berteriak pada Haula.
"Haula,  mampir ATM dulu yaa. Kali aja beasiswa Mbak udah turun. Soalnya jadwalnya pekan ini turunnya. Mbak kemarin-kemarin belum sempat nengok".

Yaa, sejak semester ketiga, Rena salah satu mahasiswa penerima beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) sampai sekarang. Asal IPK tiap semester ngga turun,  beasiswa ini dengan mudah bisa diperpanjang.

Beda dengan Haula yang beasiswa PPA nya saat ini terhenti gara-gara IPKnya sempat terjun bebas. Ada sih tawaran untuk mengurus beasiswa dari beberapa perusahaan yang memproduksi rokok. Tapi Haula menolaknya. 

"Boleh mampir, tapi ada syaratnya yaa. Kalau udah keluar beasiawanya, traktir Haula".

"Siyaaap laah. Mau 2 mangkok soto juga boleh".

Akhirnya berhentilah mereka. Haula tetap duduk di motornya. Sesaat kemudian, melihat ekspresi gembira Rena yang keluar dari bilik ATM, Haula ngeledek,,

"Cie,,,cie,,,yang tabungannya penuh. Ganti jangan soto dong traktirannya, yang special napa Mbak".

"Lha, bukannya tadi kita memang rencana kita mau makan soto betawi yaa ?"

"Aah,  masak sih keputusan tidak bisa ditinjau ulang. Rasa-rasanya Haula ingin  makan steak deh Mbak. Lamaa banget nggak ke WS, lebih deket pula lho Mbak", Haula terus merajuk.

"Hmmm,  kesempatan yaa. Hayuuk lah cuus, dari pada ntar nangis, malu-maluin dilihat orang deh."

"Woow, terima kasih Mbakku sayang. Semoga lolos sidangnya, cepet dapat ijazah dan ijabsahnya", Haula meluapkan kegembiraannya dengan memeluk dan menghujani doa.

"Aamiin,,,yuuk ah keburu hujan".

Akhirnya keduanya menuju WS,  rumah makan berpapan kuning khas dengan menu aneka steak halal yang menggoda. Tercium aroma harum begitu memasuki area rumah makannya.

"Tenderloin steak dan advocado float 2 yaa Mas", Rena memesan steak favorit adik kostnya itu.

Keduanya yang sudah seperti kakak adik ini berbagi cerita, sembari menunggu siapnya pesanan mereka. Diantara teman-teman kost lainnya, mereka memang memiliki ikatan hati yang lebih. Selain sama- sama sebagai PUJAKESUMA  (PUtera JAwa KElahiran SUMAtera), keduanyaa adalah mahasiswa aktifis di kampus maupun di lingkungan kostnya.

Rena meminta Haula mengingatkan tentang target dirinya untuk bisa maju sidang bulan ini.
"Ingetin Mbak yaa, Dik. Mbak harus maju sidang saat masuk semester depan".

"Siyaap komandan", tegas jawaban Haula sambil meletakkan telapak tangan kanannya di pelipis kanan.

Yaa meski ditengah aktifitas organisasi yang banyak, Rena ingat bahwa pernah berjanji kepada orangtuanya bahwa meskipun ikut organisasi tapi akan berusaha menyelesaikan kuliahnya 4 tahun.

Makanan pun akhirnya terhidang dan keduanya mulai tenggelam menikmati steak yang disajikan di atas hot plate itu.

"Mbak,,lihat meja ujung sana deh, pelan-pelan aja tapi biar ngga ada yang curiga . Kan ada 2 laki-laki duduk tuh. Yang pakai hem biru dari tadi Haula pergoki curi pandang ke mbak lho".

"Ah, ngacau omonganmu Dik".

"Serriuus, seriuus banget aku nieh, Mbakku".

Pelan Rena mengarahkan pandangannya ke meja ujung, dan secara kebetulan laki-laki berhem biru itu juga mengarahkan pandangannya,,,

Deg,  segera Rena menundukkan pandangannya,,,

#30DWC
#30DWCday15
#squad9
#cerbungataunovelini

Tidak ada komentar:

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...