Selasa, 22 Februari 2022

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabaran. Sedikit sentilan dari-Nya agar kita merasa betapa berharganya nikmat sehat. Ketika sehat, kita bisa merasakan nikmat makan. Sementara saat sakit, makanan seenak apa pun akan berasa pahit dan tidak ada nafsu untuk mengkonsumsinya. 

Saat sehat, nikmat kita beribadah, betah sujud dan tilawah  berlama-lama. Namun saat sakit, terkadang untuk sekedar ruku sujud sejenak saja berasa berat karena menahan sakit kepala yang luar biasa. 

Saat sehat, nikmat jika bisa istirahat setelah seharian lelah kemudian bisa tidur nyenyak. Tapi saat sakit, waktu luang pun tidak bisa untuk istirahat karena menahan rasa sakit yang tak tertahan. 

Terima kasih teruntuk para tetangga, teman, team dokter PKS maupun puskesmas yang memberikan full do'a dan supportnya sehingga kami bisa melewati semuanya. 

Kejadian yang sangat cepat, Jum'at 4 Februari suami pulang kantor menjelang maghrib mulai batuk. Malamnya demam. Sudah saya berikan paracetamol tapi ngga turun seperti biasanya sampai hari Ahad. Ahad paginya saya mulai merasakan meriang. Akhirnya sore memanggil layanan swabb dan qadarullah setelah dua tahun bisa terhindar akhirnya disamperin juga. Rupanya beberapa rekan suami di kantor juga dalam ujian yang sama. 

Saya hanya bisa geleng² sembari istighfar saat orang² mentertawakan keberadaan virus ini. Mungkin mereka bisa candaan karena tidak atau belum mengalami. Kalau boleh berpesan, jangan remehkan dan abaikan virus ini yaa. Yang dibilang  katanya serangannya ringan ternyata belum tentu, ngga bisa disamakan kondisi satu orang dengan orang lain. 

Kami merasakan serangan di kepala yang luaaar biasa berhari-hari. Pusing, kayak dijambakin dan buat berdiri berasa mau jatuh, yang akhirnya ngga bisa tidur. Sampai minyak kayu putih saya guyurkan ke kepala suami, biar berasa hangat dan bisa istirahat. Badan menjadi lemah dan lidah pun pahit buat makan. Dan menurut temen² dokter ternyata sebagian mengalami hal tersebut.

Tetap prokes dan ikhtiarkan yang terbaik untuk kesehatan kita dan keluarga. Terima kasih sudah membaca rangkaian kata dan cerita, hanya untuk kenangan semata. Kenangan kesyukuran karena masih diberikan kesempatan sehat untuk berbekal   dan juga bersyukur dikelilingi orang² baik. Sekian banyak makanan kiriman sudah saya oper² ke tetangga, tapi terus mengalir meski sudah ditahan². Alhamdulillah setelah berjuang 10 hari, hari ini kami dinyatakan negatif. Tinggal recovery badan yang masih berasa ngilu sekujur badan. Jazakumullah khairan katsiira atas segala do'a dan supportnya.

#kenangan #sakit #sehat #pandemi

MARI PEDULI SAMPAH

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari ini untuk mengenang peristiwa bencana di TPA Leuwigajah. Peristiwa naas ini terjadi akibat curah hujan tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. 

Akibatnya 157 jiwa wafat dan dua kampung (Cilimus & Pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah. Tragedi ini  menyadarkan masyarakat, sampah dapat menjadi ancaman serius bagi lingkungan maupun membunuh manusia. 

Sampai saat ini pun, persoalan sampah masih menjadi PR. PERTAMA. Kesadaran masyarakat yang masih kurang. Saya saat diminta mengisi di komunitas bank sampah sempat menggali persoalan apa yang terjadi di setiap bank sampah. Dan mayoritas tingkat partisipasi yang masih rendah, hanya sekitar 20-30 % dari masyarakat yang mau terlibat melakukan kegiatan pilah sampah dan menabung sampahnya ke bank sampah. Pun dukungan pemerintah setempat yang masih kurang. 

KEDUA. Peran pemerintah yang kurang dalam menegakkan regulasi dan mengedukasi masyarakat. Kami dulu ikut serta saat sosialisasi perbup nomor 13 tahun 2019 tentang asri tanpa plastik. Saya lihat sieh pengurangan plastik di mini/ supermarket bisa berjalan. Namun sayang, tidak kemudian dikembangkan di pasar tradisional, tempat mayoritas masyarakat berkegiatan ekonomi. Padahal tipe masyarakat kita memang harus ditakut²i dengan peraturan, kalau nunggu kesadaran ntah kapan sadarnya. 

Juga ketersediaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang terbatas. Sehingga begitu kita keluar rumah, sering mendapati sampah di pinggir jalan, sungai, bawah jembatan dan tanah² kosong. 

KETIGA, tidak ada regulasi pembatasan kemasan plastik kepada perusahaan. Lihatlah, semakin banyak aneka produksi pabrik² yang dikemas aneka plastik yang menarik. Air galon sekali pakai pun jadi iklan gencar.

Dan saya hanya baru bisa BERMIMPI, MUSTINYA edukasi masyarakat dikencangkan, kemudian pimpinan daerah memerintahkan kepada camat, desa dan RW/RT membuat TPST 3R berbasis RW misalnya. Maka persoalan sampah ini akan mudah diselesaikan. 

#hpsn #pedulisampah #hpsn2022  #sampahkutanggungjawabku #sampahplastik 

Selasa, 14 November 2017

SALAHKAH DO'AKU? (part 14)

Saat mobil grey metalic itu diparkir membelakangi posisi Rena, tampak tulisan "Sudahkah Anda Sholat?", persis seperti yang diceritakan Haula.

Sesaat kemudian suami Kak Ummi membukakan pintu untuk mempersilahkan masuk tamunya. Sementara Kak Ummi duduk disamping  Rena. Ya mereka berdua duduk di dekat pintu masuk ke ruang tengah, dengan hidangan yang telah disiapkan.

Ketiga laki-laki itu pun kemudian duduk di ujung, dekat dengan pintu ruang tamu. Rena mengatur degup jatungnya yang semakin kencang. Dia mengatur nafasnya dengan bernafas panjang, namun belum mengurangi kegrogiannya.

"Mangga, silahkan diminum dulu Akh", terdengar suami Kak Ummi mempersilahkan kedua tamunya untuk mencicipi hidangan.

"Ayo Rena, sambil dinikmati juga", Kak Ummi juga mempersilahkan sambil menyodorkan teh hangat kepada Rena.

Selang lima menit, suami Kak Rena membuka forum itu. Beliau memposisikan layaknya seorang moderator.

KOSONGKAN GELASMU, AGAR ENGKAU BISA MEMAKNAI ILMU


By Enny Musfiroh Setyarini

Hari ini, hari terakhir kebersamaan kita di 30 Day Writing Challange, sahabatku,,, Beruntung sekali  saya terjerumus di sini,  bersama kalian,,, Kalian dan kita semua orang-orang yang luar biasa. Luar biasa kenapa? Luar biasa nekatnya,  karena sama sekali belum punya ilmu tentang kepenulisan tapi dengan percaya dirinya mau ikut tantangan menulis selama 30 hari full tanpa jeda.
.
.
Luar biasa juga karena mau meluangkan waktu ditengah kesibukan kuliah, bekerja di rumah maupun di kantor. Kita berlomba dengan waktu karena menulis kita berbatas waktu. Jika ontime kita akan mendapatkan poin,  ketika terlambat kita tidak akan mendapat nilai. Bahkan ketika tidak setor pada hari itu akan minus poin kita.
.
.
Menyesalkah sahabatku kita terjerumus di sini? Oh tidak, justru kita bersyukur bisa masuk di komunitas ini. Ternyata kita tidak sekedar ditantang untuk menulis,  tapi mendapatkan ilmu juga dari para senior yang memberikan materi online dan mendapat feedback terhadap tulisan kita.
.
.
Senang sekali rasanya tulisan kita di feedback, karena kita jadi paham, bagian tulisan mana yang masih keliru. Bagian penggunaan tanda baca, penggunaan kata atau bahkan konten tulisan kita.
.
.
Melalui challange ini,  kita jadi  menyadari yaa sahabatku. Ternyata menulis itu bukan semata bakat. Tapi lebih karena niat, kemauan dan tekat yang kuat. .
Kita bisa membuktikan, meski kita masih awam dalam kegiatan menulis, kita bisa membuktikan bahwa jika kita sungguh-sungguh, ternyata bisa menghasilkan satu karya tulisan yang lumayan panjang. Karena tulisan yang kita kirimkan bukan tulisan sembarangan, melainkan ada ketentuan.
.
Teruntuk Kak @rezky_passionwriter dan Kak @riskamamalia, terima kasih atas ilmu dan motivasi yang diberikan.

Terima kasih juga Kak @spriscadewii  dan Kak @sarikusumawijay atas pendampingan intens dan motivasinya.

Thank alot buat fighter squad 9, Kak Rofiah, Ekhi, Zura,  Ema, Rizka, Eka, Lia, Aulia yang dengan sungguh-sungguh berjuang sampai akhir.
.
Untuk teman-teman 30DWC Jilid 9 @pejuangdwc. Terima kasih atas kebersamaannya dan maaf lahir batin yaa. .
#30DWCjilid9
#30Dayswritingchallenge

SALAHKAH DO'AKU? (part 13)


By Enny Musfiroh Setyarini

Senin sore itu, suasana kost tampak sepi. Hari ini adalah hari pertama mereka para mahasiswa memulai perkuliahan di semester baru. Begitu pun di kost Rena,  hanya dirinyalah yang di kost. Tadi pagi dirinya berencana menemui dosen pembimbing skripsinya, tapi batal karena pak dosen mendadak harus rapat bersama pak rektor. Sore ini, Rena teringat akan sebuah janji.

Selepas sholat Asyar, Rena melangkah keluar untuk berangkat ke rumah Kak Ummi. Dia berjalan sambil membuka ponsel untuk order ojek online, karena pasca kecelakaan dia belum berani mengendarai motor.

Berulang kali ia order masih belum berhasil. Ketika akan duduk di teras depan sambil mencoba kembali orderannya, nampak Haula memanggilnya.

"Kak Rena, mau kemana, resah bener nampaknya?", Haula teriak masih di atas motornya sebelum memarkirkan motornya di garasi.

Rena segera mendekati Haula. Dan menceritakan kalau akan ada acara di rumah ustadzah Ummi tapi order gojek belum datang juga. Ya, jika Rena memanggil Kak Ummi,  beda dengan Haula dan teman-teman kostnya. Mereka memanggil dengan sebutan ustadzah, karena beliau memang sering mengisi kajian-kajian keputrian di beberapa fakultas.

"Mbak boleh minta tolong sayang, antarin  Mbak ke rumah Kak Ummi  yaa?", Rena merayu Haula.

"Siaap, yuuks cus", Haula sengaja menghindari basa-basi karena melihat kakak kostnya yang terlihat resah.

Sesampainya di rumah kak Ummi, Rena merasa lega karena masih sepi. Artinya dia ngga keduluan datangnya.

"Mbak, masih sepi, belum pada pada  datang tuh peserta rapatnya", Haula berkomentar polos, karena biasanya agenda Mbak kostnya dari rapat ke rapat, dari kajian ke kajian.

"Alhamdulillah Dek, bisa datang awal. Paling sebentar lagi yang lain datang".

"Ditinggal atau ditungguin sampai ada teman datang Mbak?".

"Udah gih tinggalian aja. Toh ada Kak Ummi kan di dalam".

"Jazakillah khair ya adik cantikku".

"Waiyyaki Mbak sayang, nanti kabari saja kalau pulangnya butuh ojek ya", Haula menjawab sambil memutar kendaraannya dan meninggalkan Rena.

Segera Rena mengetuk pintu seraya mengucapkan salam. Rupanya Kak Ummi sudah menunggunya di ruang tamu, sambil melantunkan tilawah. Terlihat di ruang tamu disamping satu set sofa orange, sudah terhampar tikar rotan cantik bermotif bunga mawar yang juga berwarna orange. Terhidang di atasnya teko teh tahan panas warna pink dengan mug putih bermotif bunga pink, air mineral bertempat di rak air berbentuk kotak,  4 piring oval putih berisi kue brownies, kue pastel, mendoan dan buah jeruk Medan.

"Ya Allah Ren, sampai memar begitu jatuhnya?, Kak Ummi bertanya nampak keheranan melihat muka Rena.

"Iyya Kak, lumayan sampai pingsan untuk pertama kalinya saat kejadian", Rena menjelaskan detail kecelakaannya.

"MasyaAllah, mengapa ngga kasih kabar ke Kakak, sayangku?"

"Ngga apa-apa Kak, semua aman terkendali. Allah mengirimkan bantuannya untuk kami".

Terdengar suara mobil berhenti di depan halaman rumah. Kak Ummi segera masuk ke dalam rumah mengabarkan ke suaminya perihal kedatangan tamunya.

Saat mobil parkir di bawah pohon mangga, sangat jelas terlihat oleh Rena bahwa mobil itu serena grey metalic. Deg, dia ingat betul cerita dari Haula perihal 2 pemuda penolong dan kartu nama itu.

#30DWCjilid9
#30DWCday29
#squad9

HARUSKAH BERLARI DARI MASALAH?


By Enny Musfiroh Setyarini

Bersyukurlah sahabatku, atas segala nikmatNya yang tiada tara,,,

Bersabarlah sahabatku, atas segala ujian dan permasalahan hidup yang melanda,,,

Karena 2 kunci, yaitu syukur dan sabar lah yang akan membuat hari-harimu bermakna dan bahagia,,,

Kembali merenung setelah mendapat tadzkirah dari berpulangnya seorang sahabat ke hadapan Allah SWT kemarin. Memang benar yaa, selama kita masih hidup di dunia, berbagai masalah itu akan ada di hadapan kita. Masalah baru akan benar-benar tidak kita hadapi, saat kita sudah meninggalkan dunia ini.

Sudah sunnatullah sahabatku, setiap kita pasti pernah dan bahkan selalu berhadapan dengan masalah. Terkadang satu masalah belum terselesaikan, sudah muncul masalah-masalah baru lagi. Betul?

Terus, sebaiknya bagaimana sikap kita dalam menghadapi segala bentuk masalah? Akankah kita menghadapi masalah atau malah akan berlari dari masalah?

Hadapilah masalahmu dengan bijak,  sahabatku,,,
Jangan sekali-kali kita berlari dari masalah nyata di depan kita. Sekali lagi, ini sudah sunnatullah, seperti yang telah Allah SWT firmankan,,,
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 155)

Hidup tidak selamanya mudah, sahabatku,,,
Tidak sedikit kita saksikan di sekitar kita orang menghadapi kenyataan hidup penuh dengan kesulitan, kepedihan,,,
Memang begitulah hidup ini, akan penuh ujian,,,
Dalam posisi apa pun,,,
Di tempat mana pun,,,
Dalam waktu kapan pun,,,
Kita tidak bisa mengelak dari ujian dan masalah hidup ini,,,
Kenyataan hidup yang pahit,,,
Himpitan ekonomi,,,
Belum datangnya jodoh,,,
Belum hadirnya anak,,,
Suami/istri selingkuh,,,
Anak yang sulit diatur,,,
Sakit yang menahun,,,
Hubungan kurang harmonis dengan mertua,,,
Masalah muamalah dengan rekan kerja dan tetangga,,,
Dan sederet masalah lainnya.

Sahabatku, ketahuilah bahwa tiap orang punya masalah  sendiri-sendir. Kita tak bisa membandingkan masalah kita dengan orang lain. Buat apa juga membandingkan masalah kita dengan orang lain karena hidup kita sendiri saja sudah banyak tuntutannya. Hanya saja satu hal yang penting, jangan sampai kita lari dari masalah yang kita hadapi.

Setiap masalah tak ubahnya ujian untuk membuatmu naik kelas, sahabatku,,,
Untuk menjadikan pribadimu lebih matang dan dewasa,,,
Hadapi dengan elegan dan penuh keyakinan semua masalahmu, sahabatku,,,
Dan yakinlah sahabatku,,, Allah SWT akan melihat ikhtiarmu dan mengabulkan do'a-do'a yang engkau lantunkan agar bisa keluar dari permasalahan yang engkau hadapi.

Yakinlah, syurga Allah SWT menanti untuk kita yang senantiasa banyak bersyukur dan bersabar.

#30DWCjilid9
#30DWCday28
#squad9

KETIKA HARI ITU DATANG


By Enny Musfiroh Setyarini

Hari ini,,,,
Hari ketika lisanmu tidak bisa bicara,,,
Hari ketika anggota tubuhmu tidak bisa berbuat,,,
Hari ketika keluarga dan sahabat merasa kehilanganmu, wahai sahabatku,,,
Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un.

Saya bersaksi, bahwa engkau adalah,,,
Istri yang shalihah,,,
Ibu yang luar bisa untuk 3 buah hatimu,,,
Ummahat yang yang aktif dalam kegiatan  dakwah,,,
Teman dan sahabat yang baik,,,

Engkau juga pribadi yang kuat, sahabatku,,,
Sakit yang Allah SWT ujikan kepadamu dua tahun belakangan ini, menambah ketegaranmu,,,
Beberapa kali membezukmu di Dharmais, di rumah VNI 3, maupun di rumah jiddah di Tanah Abang, selalu terukir senyum manismu. Luar biasa kesabaran dan ketegaranmu dalam menjalani skenarioNya.

Selamat jalan sayang, InsyaAllah syurga menantimu.

Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(Q.S. Al Jumu’ah 62 : 8).

Di dalam hadits dari Ibnu Umar ra yang berkata : Rosululloh Saw pernah memegang pundakku seraya bersabda : “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang menyeberang jalan”. Ibnu Umar sendiri pernah berkata : “Jika kamu di sore hari, maka janganlah kamu tunggu datangnya pagi, dan jika kamu di pagi hari, maka janganlah kamu tunggu datangnya sore.  Manfaatkanlah waktu sehatmu untuk menghadapi masa sakitmu, dan manfaatkanlah masa hidupmu untuk menghadapi masa kematianmu” (HR. Bukhori).

Semoga dengan mengingat kematian hati kita menjadi lunak, kesadaran kita senantiasa terjaga sehingga kita segera bangkit dari keterpurukan dosa dan segera berazam untuk memperbanyak amal sholih kita sebelum semuanya terlambat. Dan jadilah kematian sebagai nasehat terbaik bagi manusia.

#30DWCjilid9
#30DWCday27
#squad9

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...