Selasa, 14 November 2017

SALAHKAH DO'AKU? (part 13)


By Enny Musfiroh Setyarini

Senin sore itu, suasana kost tampak sepi. Hari ini adalah hari pertama mereka para mahasiswa memulai perkuliahan di semester baru. Begitu pun di kost Rena,  hanya dirinyalah yang di kost. Tadi pagi dirinya berencana menemui dosen pembimbing skripsinya, tapi batal karena pak dosen mendadak harus rapat bersama pak rektor. Sore ini, Rena teringat akan sebuah janji.

Selepas sholat Asyar, Rena melangkah keluar untuk berangkat ke rumah Kak Ummi. Dia berjalan sambil membuka ponsel untuk order ojek online, karena pasca kecelakaan dia belum berani mengendarai motor.

Berulang kali ia order masih belum berhasil. Ketika akan duduk di teras depan sambil mencoba kembali orderannya, nampak Haula memanggilnya.

"Kak Rena, mau kemana, resah bener nampaknya?", Haula teriak masih di atas motornya sebelum memarkirkan motornya di garasi.

Rena segera mendekati Haula. Dan menceritakan kalau akan ada acara di rumah ustadzah Ummi tapi order gojek belum datang juga. Ya, jika Rena memanggil Kak Ummi,  beda dengan Haula dan teman-teman kostnya. Mereka memanggil dengan sebutan ustadzah, karena beliau memang sering mengisi kajian-kajian keputrian di beberapa fakultas.

"Mbak boleh minta tolong sayang, antarin  Mbak ke rumah Kak Ummi  yaa?", Rena merayu Haula.

"Siaap, yuuks cus", Haula sengaja menghindari basa-basi karena melihat kakak kostnya yang terlihat resah.

Sesampainya di rumah kak Ummi, Rena merasa lega karena masih sepi. Artinya dia ngga keduluan datangnya.

"Mbak, masih sepi, belum pada pada  datang tuh peserta rapatnya", Haula berkomentar polos, karena biasanya agenda Mbak kostnya dari rapat ke rapat, dari kajian ke kajian.

"Alhamdulillah Dek, bisa datang awal. Paling sebentar lagi yang lain datang".

"Ditinggal atau ditungguin sampai ada teman datang Mbak?".

"Udah gih tinggalian aja. Toh ada Kak Ummi kan di dalam".

"Jazakillah khair ya adik cantikku".

"Waiyyaki Mbak sayang, nanti kabari saja kalau pulangnya butuh ojek ya", Haula menjawab sambil memutar kendaraannya dan meninggalkan Rena.

Segera Rena mengetuk pintu seraya mengucapkan salam. Rupanya Kak Ummi sudah menunggunya di ruang tamu, sambil melantunkan tilawah. Terlihat di ruang tamu disamping satu set sofa orange, sudah terhampar tikar rotan cantik bermotif bunga mawar yang juga berwarna orange. Terhidang di atasnya teko teh tahan panas warna pink dengan mug putih bermotif bunga pink, air mineral bertempat di rak air berbentuk kotak,  4 piring oval putih berisi kue brownies, kue pastel, mendoan dan buah jeruk Medan.

"Ya Allah Ren, sampai memar begitu jatuhnya?, Kak Ummi bertanya nampak keheranan melihat muka Rena.

"Iyya Kak, lumayan sampai pingsan untuk pertama kalinya saat kejadian", Rena menjelaskan detail kecelakaannya.

"MasyaAllah, mengapa ngga kasih kabar ke Kakak, sayangku?"

"Ngga apa-apa Kak, semua aman terkendali. Allah mengirimkan bantuannya untuk kami".

Terdengar suara mobil berhenti di depan halaman rumah. Kak Ummi segera masuk ke dalam rumah mengabarkan ke suaminya perihal kedatangan tamunya.

Saat mobil parkir di bawah pohon mangga, sangat jelas terlihat oleh Rena bahwa mobil itu serena grey metalic. Deg, dia ingat betul cerita dari Haula perihal 2 pemuda penolong dan kartu nama itu.

#30DWCjilid9
#30DWCday29
#squad9

Tidak ada komentar:

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...