Kamis, 26 Oktober 2017

SALAHKAH DO'AKU ? (part 6)


By Enny Musfiroh Setyarini

"Mbak Rena kenal siapa tuh ikhwan ?", Haula mulai menyelidik.

"Ngga kenal sieh Dek,  cuman pernah lihat di mana gitu. Udah lah Dek, ngga penting,  pulang yuks".

Saat mereka berdua baru melangkahkan kaki keluar,  bress, mendung yang menggelayut sedari siang, menurunkan hujan deras.

"Gimana nieh Dek,  mau tunggu redaan atau nekat aja? Tapi sepertinya bakalan awet deh hujannya".

"Kalau Haula sieh seneng aja hujan-hujanan Mbak. Gini aja mbak Ren pakai jas hujan,  saya hujan-hujanan", Haula mengusulkan sambil membuka jok motornya untuk mengambil jas hujan dan menyimpan tas kecil mereka berdua yang berisi hp dan dompet.

"Ini pakai aja Mbak Ren,  mbak kan suka bersin-bersin kalau kedinginan apalagi hujan-hujanan. Tapi yang terbawa jas hujan kelelawar. Eeit jangan khawatir,  ini jas hujan tebal kok Mbak, dikasih paman yang tentara.  Yang setelan jas rok lupa dilipat masih di gantungan garasi kost ".

Setelah Rena mengenakan jas hujan milik Haula, akhirnya mereka meninggalkan warung steak. Hujan pun semakin lebat,  sehingga Haula mulai memperlambat laju motor supra x 125 nya.

Keduanya hanya terdiam, tidak seperti saat berangkatnya yang ngobrol sepanjang perjalanan. Karena mau ngobrol pun suaranya akan kalah dengan guyuran air hujan dan deru kendaraan.

Haula pun membelokkan motornya menuju gang. Angin bertiup bertambah kencang. Karena ingin segera sampai rumah, Haula menambah kembali kecepatan laju sepeda motornya. Kilat mulai menyambar.

"Lanjut atau berteduh dulu nieh Mbak ?, teriak Haula mengimbangi suara hujan.

"Lanjut aja deh Dek, udah terlanjur basah. Bentar lagi juga sampai", Rena menjawab sembari berteriak, memastikan jawabannya terdengar Haula

"Pegangan yang kenceng yaa Mbak,  mumpung sepi kita agak ngebut ".

Rena langsung mengikuti instruksi adik kostnya itu. Dia pegang pinggang  Haula lebih erat, sementara mulutnya terus komat-kamit melantunkan dzikir dan doa.

Masih segar ingatannya terhadap sebuah tausiyah yang sampaikan ustadz Salim saat kajian Jumat pagi di masjid kampus. Bahwa sebuah keharusan, dalam melakukan segala aktifitas kehidupan ini harus kita niatkan untuk ibadah, sehingga yang kita lakukan akan mendapatkan berkah.

Kuliah, kerja, nikah atau bahkan suatu perjalanan pun harus diniatkan sebagai ibadah, agar kita  selalu punya motivasi akhirat. Karena kita tidak tau misteri usia kita. Jadi saat kita melakukan sesuatu bahkan saat melakukan suatu perjalanan karena ibadah yang sesuai syariat, dan tiba-tiba Allah SWT memanggil kita, insyallah meninggalnya kita dalam kondisi niat beribadah dan insyaallah husnul khatimah.

Hujan bertambah lebat, sementara jalanan mulai tergenang. Rena sebenarnya bisa merasa kalau Haula mulai kedinginan. Pengendara motor pun banyak yang berteduh,  karena kilatan petir yang semakin menjadi. Tapi Rena tidak ingin mengganggu konsentrasi Haula yang berjuang keras menaklukkan jalanan yang semakin berasa mencekam.

Braaakkk, sreettt,,,

#30DWC
#30DWCday16
#squad9

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Bagus mb een..lanjutkan terus ceritanya bloggingnya dan nulisnya..moga sukses

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...