By Enny Musfiroh Setyarini
Jam menunjukkan pukul 13.00 wib, Ahad siang yang teduh karena langit bergelayut mendung kelabu. Siang yang begit sepi karena di kost masih berdua, hanya dirinya dan Haula, sementara ibu kost beserta keluarga yang rumahnya bersebelahan dengan kost mereka sedang ada arisan keluarga di Sukabumi.
Rena dan Haula janjian akan cari makan di warung Soto Betawi di ujung jalan Margonda. Agak jauh memang, tapi warung makan sekitar kost banyak yang tutup sementara saat liburan semesteran. Mungkin waktu istirahat juga bagi pemilik warung makan.
Begitu kaki Rena melangkah keluar kamar kostnya, hp nya berdering. Dia mengunci kamarnya dan berjalan ke depan,,,
"Assalamu'alaikum,,,", sapa seorang laki-laki dari ujung telefon.
"Wa'alaikum salam. Mohon maaf ini dengan siapa yaa?", jawab Rena sambil bergerak untuk duduk di teras kost. Sembari menunggu Haula yang sedang bersiap diri.
"Mohon maaf sebelumnya, saya 3 hari yang lalu silaturahim ke rumah dik Rena dan minta izin ke papa adik untuk minta nomor dek Rena."
"Ooh, iyya 3 hari yang lalu mama menyampaikan hal itu. Tapi mohon maaf, ini siapa?".
"Dik Rena, mohon maaf sebelumnya telah mengganggu waktunya. Ini Bang Hadi, senior waktu kita di RISMA (Remaja Islam Masjid) Kabupaten. Semoga Dik Rena masih ingat yaa."
"Ooh iyya, ingat Bang. Bang Hadi yang waktu jadi ketua umum, saya sekretarisnya kan yaa?".
"Yes, betul Dek, Alhamdulillah kalau Dik Rena masih ingat, meski sudah 7 tahunan ngga berkomunikasi . Dik Rena, apa kabar ?"
"Alhamdulillah baik Bang Hadi. Bang Hadi yang waktu itu mengundurkan diri dari ketua karena beasiswa kuliah di KL keluar dan harus segera berangkat kan yaa. Udah pulang ke tanah air, Bang?".
"Iyya, betuul banget. Alhamdulillah udah setahun lalu kembali ke tanah air. Waktu di KL skaligus menyelesaikan S2 dan udah setahun ini ngajar di salah satu kampus di Bogor, Dik", dengan antusias Hadi memberikan penjelasan.
"Ooh, Alhamdulillah,,, Baarakallah yaa Bang."
"Ada apa nieh, mau kasih kabar undangan nikahan gelagatnya yaa. Siap Bang, Rena siap datang", dengan polos Rena tetap nerocos.
"Bukaan Dek,,,gini,,"
"Mbak Rena,,, Hayuuk segera jalan, udah luapeer nieh. Udah tambah gelap juga mendungnya", teriak Haula dari atas motornya.
#30DWC
#30DWCday14
#squad9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar