Jumat, 09 April 2010

KETULUSAN CINTA

Enny Musfiroh Setyarini

Beberapa hari yang lalu kuterima sms dari seorang binaanku dulu sewaktu mukim di Aceh. Meski ane sudah gak nyimpan nomornya karena HP pernah hilang, tapi rupanya dia masih menyimpan nomorku (karena 2 kali HP hilang selalu kuurus nomor lama, biar mereka tidak kehilangan kontak denganku). Dengan penuh rasa senang dia mengabarkan kalau sudah lulus kuliah dan sudah menikah. Menyatakan kangen sekali ingin berjumpa karena sampai memimpikan kebersamaan kita dulu. Ikatan hati yang telah menyatukan kami…. Sehingga meski sudah lama tidak berjumpa, ikatan hati itu tetap kuat.

Subhanallah teringat kembali memori tahun 2006-2007 saat bermukim di Lamreung Aceh Besar. Dan tentunya kurasakan indahnya ukhuwah disana. Meski tidak ada saudara sedarah kami yang tinggal di Aceh, tapi kami menemukan saudara-saudara dalam dakwah ini, yang mempunyai kedekatan hati dengannya sehingga terasa kami punya banyak saudara yang baik-baik. Sehingga merasa nyaman meski di perantauan yang jauh dari family.
Kenangan yang tidak bisa terlupa ketika disuatu hari, tiba-tiba aku diminta menggantikan mengisi majelis taklim binaan temenku. Karena temenku tiba-tiba berhalangan. Meski harus menempuh perjalanan jauh, alhamdullah sampai juga ke tempat tujuan dengan mengendarai motor. Karena mereka sudah menunggu aku pun mulai memberikan pencerahan untuk mereka. Ternyata kebanyakan mereka adalah ibu-ibu tua dan nenek-nenek. Gubrak…pikirku, ngerti bahasa Indonesia kagak ya mereka?? Dan ternyata setelah kubuka sesi tanya jawab, ada seorang yang ibu muda bertanya dan menyampaikan bahwa sebagian besar pesertanya gak paham bahasa Indonesia. Benar dugaanku… Gak bakal nyampai pesanku karena aku tidak menggunakan bahasa mereka. Akhirnya aku pun meminta salah seorang yang masih muda untuk menerjemahkan. Mereka baru bisa berekspresi, tidak seperti saat mendengarkan aku yang cuma diam gak paham… Memberikan pelajaran untuk semua “jangan asal memberikan amanah pada orang yang bukan ahlinya”. Dan “penting kita mempelajari bahasa setempat”.

Tidak lama berselang, mantan binaanku yang asli Bandung tetapi saat itu sedang bermukin di Gowa Sulsel juga mengirimkan smsnya yang sengaja belum aku hapus dari memori HP “Ass, bu gmn kbrnya? Skrang lg dimn? Jd ke Mdnnya? Pasti ibu lupa sama Nha, kalo Nha sih ga bkl lupa sama ibu. Skrang Nha jd da di Bdg….. Nha inget wktu prpsahan ibu mau plang ke Jawa, kita pd terharu..
Yups, ingatanku pun melayang ke Gowa, Sulsel tempat kami bermukim selama 11 bulan disana. Kembali kutemukan kehangatan cinta dari saudaraku semua dalam dakwah ini. Sekian lama aku tinggal di sana dan berbaur dengan kehidupan dakwah disana, memberikan pelajaran banyak hal. Subhanallah yang telah menyatukan ikatan hati ini karena cintaNya. Kekuatan do’a rabitah yang senantiasa terlantun memberikan kami terasa dekat meskipun kami sudah berpisah lama.

So marilah kita lantunkan rabithah kita sambil kita bayangkan wajah-wajah saudara kita agar senantiasa Allah meneguhkan ikatan hati dalam dakwah ini. For semua saudaraku yang pernah berinteraksi denganku di Wonosari, di Solo, di Bogor, di Tangerang, di Aceh, di Medan part 1 (Medan Selayang), di Makassar dan Medan part 2 (Medan Sunggal) terima kasih banyak atas kehangatan cinta yang telah kalian berikan. Ketulusan cinta dan ukhuwah yang kental membuat aku selalu terbayang dan selalu mengingat setiap moment dimana kita pernah bersua. Semoga kita mengumpulkan kita di syurgaNya.

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadaMu, bertemu untuk taat kepadaMu, bersatu dalam rangka menyeru di jalanMu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatannya, Ya Allah abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahayaMu yang tdak pernah redup,lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan maghfirahmu. Seseungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin”

1 komentar:

Achmad Fathoni mengatakan...

Subhanallohu, aku jadi ikut terharu deh. tak terasa mata jd basah. Untung gak ada org lain di ruangan kantorku. Thks and met berkarya

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...