Senin, 01 Maret 2010

MEMBAHAGIAKAN SUAMI DENGAN PENUH CINTA

MEMBAHAGIAKAN SUAMI DENGAN PENUH CINTA
By. Enny Musfiroh Setyarini

Kepada saudariku para istri sholehah…. Selayaknya senantiasa bersyukur atas karunia Alloh SWT yang telah mempertemukan kita dengan pasangan kita. Misteri jodoh yang Alloh sudah tulisakan di lauhulmahfudz telah terjawab sudah, ternyata “beliau”lah yang menjadi jodoh kita. Seseorang yang bisa jadi sebelumnya sama sekali belum kita kenal, atau pun ternyata pasangan kita tidak jauh dari aktivitas yang kita lakukan dulunya. Semua sebelumnya misteri yang akhirnya terjawab sudah.

Saudariku, kita harus menjadi makhuk yang banyak bersyukur karena mempertemukan kita dengan lelaki yang sholeh yang bisa menjadi pemimpin dalam rumah tangga kita dalam mengarungi bahtera kehidupan ini. Dan semakin lama ketika rasa sayang dan cinta semakin bersemi terhadap pasangan kita, kita akan semakin berusaha memberikan yang terbaik untuk pasangan kita.

Akhwati fillah, tidak terlalu sulit kiranya ketika kita terus mencari formula yang tepat untuk bisa menjadi yang terbaik dihadapan suami kita. Teringat kembali sebuah hadist yang menjadi inspirasi untuk menjadi istri yang sholehah. ”Istri yang paling baik adalah, bila suami memandang kepadanya memberikan kebahagiaan; Bila menyuruhnya, mentaatinya.; Bila sang suami bepergian, ia menjaga dirinya dan hartanya.” (HR An-Nasai dan dishahihkan oleh al-Iraqi).

Tiga poin ciri istri yang baik menurut Islam yang bisa disarikan dari hadist diatas, yaitu :
1. Istri yang baik adalah, bila suami memandang kepadanya memberikan kebahagiaan
Anugerah terindah ketika kita memiliki suami yang sholeh dan senantiasa ber mu’asyarah bil ma’ruf dengan istrinya. Dan begitu juga sebaliknya sebagi istri pun kita juga harus berlaku demikian pada suami kita.
Tidak terlalu sulit saya kira untuk menjadi indah dipandang dihadapan suami. Kalau boleh ana analogkan ketika kita pergi ke kantor, hotel maupun bank, kita akan disambut dengan pelayanan yang prima oleh petugas resepsionis. Kita akan terasa nyaman sekali ketika kita diperlakuakan ramah dan lemah lembut oleh mereka. Sehingga kita pun nyaman memberikan maupun menggali informasi darinya. Ketika terhadap orang yang belum kita kenal pun resepsionis memberikan perlakuan prima pada custemernya, maka kita sebagai seorang istri harusnya bisa memberikan pelayanan yang lebih prima lagi terhadap suami kita. Melalui sifat kelemah lembutan yang dimiliki seorang wanita, yang akan membuat pasangan/ suami kita merasa nyaman berada di dekat kita. Hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk membuat suami kita bahagia berdasar pengalaman pribadi ana, antara lain

a. Berusaha bertutur kata yang lembut dengan suami. Hindari perkataan dengan nada tingga karena hanya akan membuat keruh suasana. Dengan tatapan lembuat ke wajah suami saat beliau bercerita dan berkeluh, akan memberikan pencerahan dan ketenangan pada sang suami.

b. Jadikan rumah sebagai tempat yang nyaman. Bukan diukur dengan perabotan yang lux tentunya, tetapi cukup dengan membuat suasana rumah yang bersih dan tertata apik sehingga suami pun menjadi betah ketika pulang ke rumah.

c. Mengetahui makanan-makanan kesukaan suami dan berusaha untuk bisa menghidangkan dan meraciknya dengan tangan kita, sehingga suami akan terpuaskan dan menjadi bangga beristri kita. Jangan sampai sang suami lebih suka masakan racikan khadimat daripada masakan sendiri. Penting pula kita pertimbangkan selera-selera pribadi yang dimiliki suami. Jangan sampai pula suami yang gak suka pedas tetapi tiap masak kita masukkan banyak cabe ke masakan sehingga meskipun suami tetap makan tetapi tidak nyaman.

d. Sambutlah ketika suami pulang dengan senyuman yang paling manis yang kita miliki, Insya Allah semua kepenatan suami di tempat kerja akan terluluhkan ketika melihat sunggingan senyum menghiasi wajah sang istri. Dan hidangkan pula minuman dan makanan favorit suami.

e. Jadilah tempat curhat yang nyaman bagi suami. Karena dengan begitu suami akan merasa aman dan nyaman menyampaikan apa yang ada dalam benak pikirannya. Sehingga suami merasa tercukupkan dengan curhat di rumah bersama sang istri. Sehingga tidak membawa maslah rumahtangga sampai keluar. Berusahalah menjadi pendengar yang baik, dan jangan mahal berkata ketika dimintai pertimbangan.

2. Istri yang paling baik adalah, yang mentaatinya suaminya
Insya Alloh kita semua sudah faham, bagaimana ketaataan pada suami kita tempatkan. Kita harus taat pada suami ketika perintah suami bukan perintah yang melanggar syariat Allah SWT. Jadi selama suami memerintahkan kebaikan yang tidak melanggar syariatNya maka…disitu dibutuhkan keridhaan kita untuk memenuhi perintahnya.
Perempuan yang sholihah, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)(QS. 4:34)

3. Istri yang paling baik adalah katika sang suami bepergian, ia menjaga dirinya dan hartanya.
Ketika sang suami bepergian, sang istri harus bisa menjaga kehormatan dirinya. Misalnya dengan tidak menerima tamu laki-laki ke dalam rumah, karena sangat besar bahayanya. Termasuk disini adalah memelihara harta suami dengan kita tidak memboroskan dan menghambur-hamburkan uang.

Akhwati fillah, marilah kita senantiasa evaluasi, apakah selama ini sudah sepenuhnya berkhidmat pada suami kita sehingga suami kita menjadi bahagia?? Marilah kita lakukan dengan penuh ketulusan dalam berkhidmat, karena kita ingin mendapatkan ridhaNya dan memperoleh jannahnya. ,”Jika seorang istri itu telah menunaikan shalat lima waktu, shaum di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya,dan taat kepada suaminya, maka akan dipersilakan kepadanya: masuklah ke Surga dari pintu mana yang kamu suka.” (HR Ibnu Hibban, al-Bazzar, Ahmad dan Thabrani, Albani menyatakan keshahihannya). Amin.
Note : Tulisan dibuat ketika dalam kesendirian karena suami sedang safar ke Kuala Lumpur. Untuk menyemangati diri ini agar lebih optimal dalam berkhidmat pada suami untuk memberikan yang terbaik kepada suami. Semoga member manfaat untuk yang lain..

2 komentar:

Saherman mengatakan...

Tulisan menarik, bu. Meski, membacanya tentu harus dengan pemahaman konteks yang tajam. Kalau tidak, maka orang akan melihat istri dalam ajaran Islam tak lebih dari sekedar 'objek' pemuas suami. Mengerikan sekali kalau itu yang terjadi.

Oh ya, untuk ganti template seperti tertulis di dinding fb-mu, bisa pilih-pilih templatenya di sini.

Coba lihat tampilan blog saya dan istri di sini, blog yang saya kelola bersama teman-teman daerah di sini, serta tulisan-tulisan pribadi saya di blog ini.

Kebetulan, saya dimintai tolong seorang teman untuk ikut membina anak-anak desa di Karanganyar, Surakarta, supaya giat menulis tentang TI yang mereka pelajari di sekolah. Belognya ada di sini.

Semoga membantu.

Enny Musfiroh Setyarini mengatakan...

Makasih Pak atas kunjungannya. Masih awam sebagai blogger nih, jd butuh banyak masukan.

Mengenai isi blog, insyaallah tidak menimbulkan persepsi yang bias karena ana yakin yang baca adalah orang-orang cerdas.

Sekali lagi jazakumullah atas masukannya.

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...