By. Enny Musfiroh Setyarini
Suatu malam, aku dan suami harus menghadiri undangan khitanan anak teman kami. Setelah mencari kesana kemari alamat yang kami cari pun belum ketemu. Akhirnya kami memohon pada tuan rumah untuk menjemput kami di suatu tempat. Ternyata disana kami bisa dibilang tamu terakhir karena memang sebenarnya undangan cuma sampai jam 17.30 WIB. Seperti biasa setelah basa-basi dan makan kami pun berpamitan untuk pulang.
Dalam perjalanan pulang kami memutuskan untuk melewati jalan yang normal (meski jauh tapi kami yakin tidak bakal kesasar). Ketika keluar menuju jalan raya, rupanya kami dapati jalan yang muacet……., hampir gak bisa bergerak mobil kami. Kami mengira mungkin di depan sana ada tontonan karena di sepanjang jalan banyak sekali kereta (sebutan untuk sepeda motor di Medan). Dengan perlahan sekali mobil pun akhirnya bisa melaju. Banyak kereta yang sudah mulai berjalan kembali…. Akhirnya kami menebak…jangan-jangan ada kecelakaan. Tapi kami belum bisa memastikan, karena belum terlihat apa yang sebenarnya terjadi. Beberapa saat saat mobil mulai melaju kembali, barulah kami mengetahui apa yang sebenarnya baru saja terjadi. Innalillahi wa innalillahi raji’un. Rupanya telah terjadi kecelakaan yang cukup parah. Kulihat depan mataku ceceran darah…….. dimana-mana sampai-sampai ada yang ditutupi kain, ban…..juga kulihat helm yang sudah hancur, kaca spion mobil yang hancur serta assesoris mobil yang berantakan. Kami tetap melaju karena polisi dengan kencangnya terus meniup peluitnya demi mengatur lancarnya arus lalu lintas.
Dalam benakku ketika melanjutkan perjalanan pulang, aku ingat kembali kejadian 3 kecelakaan yang pernah aku alami. Alhamdullillah tidak begitu parah sehingga aku cepat pulih seperti sedia kala.Syukur tiada terkira karena Alloh SWT masih memberikan kesempatan untuk menikmati kehidupan dunia, untuk kembali mencari bekal menuju kampung akhirat kelak. Aku berpikir, orang yang kecelakaan tentu sanagt ditunggu-tunggu kepulangannya oleh keluarganya. Tentu dia mempunyai suatu tujuan yang ingin dicapainya.
Tidak ada yang memungkiri bahwa kapan datangnya maut adalah rahasiaNya. Meskipun sebenarnya dalam berkendaraan kita sudah berhati-hati dan waspada, kita tidak tahu apa yang terjadi karena bisa jadi orang lain yang sembarangan dalam berkendaraan sehingga mengakibatkan kita juga terkena dampaknya. Ibrah yang bisa saya ambil dari kejadian ini, yang penting bagi kita untuk terus dan terus berusaha mendekatkan diri kepadaNya, beramal shaleh sebanyak-banyaknya agar kita menjadi orang yang siaga satu dalam menghadapi qadha dan qadarNya. Wallahua’lam bishawab.
Blog ini berisi tulisan ringan, artikel, catatan traveling dan sebagainya. Mencoba untuk terus merangkai kata menjadi kalimat bermakna. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk menguatkan kita agar terus bertambah keshalihannya. Sehingga kita sebagai wanita perindu syurga akan terus bertambah keimanan dan ketaqwaannya. Semua untuk memantaskan diri agar kita kelak benar-benar menjadi penghuni syurga-Nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SEHAT vs SAKIT
Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...
-
By Enny Musfiroh Setyarini Hari ini,,,, Hari ketika lisanmu tidak bisa bicara,,, Hari ketika anggota tubuhmu tidak bisa berbuat,,, Hari...
-
OH.....INDAHNYA CINTA Cinta itu anugerah yang indah…. Cinta bagi seseorang sangat berarti dalam hidupnya, bahkan bisa dikatakan bahwa hi...
-
Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari ini untuk mengenang peristiwa bencana di TPA Leuwigajah. Peri...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar