Selasa, 03 November 2009

SUAMIKU , MENGAPA ENGKAU HARUS PERGI SEKARANG ??? (Monolog saudariku saat menceritakan kisah meninggalnya sang suami di medan jihad)

By. Enny Musfiroh Setyarini

“Saya rasanya masih gak percaya Mbak mengingat kejadian naas yang menimpa suamiku… Kejadian begitu tiba-tiba…”
Habis melaksanakan sholat Jum’at beliau (alm) menyiapkan segala sesuatu keperluan untuk acara temu tokoh di daerah pemilihan V (pegunungan) yang rencananya akan dilaksanakan Sabtu pagi... Karena beliau memang caleg no 1 (putra asli daerah yang sekarang tinggal di kota kabupaten karena usahanya). Beliau kesana kemari mengumpulkan atribut dan perlengkapan lain. Kemudian setelah asyar beliau bertemu dengan temen-temen DPD (yang menurut pengakuan temen-temen di DPD masih sempet bercanda dengan mereka).

Habis magrib…hujan mulai turun, ada temen yang menyarankan agar beliau ikut rombongan mobil saja karena takut hujan gak reda-reda (dengan halus alm menolak karena beliau pasti pusing kalau naik mobil, pergi jauh pun beliau terbiasa menggunakan sepeda motor).
Sebelum berangkat…saya masih membuatkan ramuan khusus untuk stamina beliau (madu campur telur kampung yang memang rutin di konsumsi apalagi saat acara padat). Setelah hujan agar reda beliau berangkat menggunakan sepeda motor (perjalanan yang harus ditempuh sekitar 2 jam).

 “Saat itu pukul delapan lebih dikit….saya mendengar ada telepon yang mangabarkan kalao suamiku kecelakaan (aku tidak dikabari kabar yang sesungguhnya apa yang telah terjadi). Akhirnya setelah dijemput temen DPD saya dan keluarga berangkat… Shok saya Mba….Shok…Shok…ketika menemuai suamiku yang sudah terbujur kaku.”
Reflek aku peluk suamiku, aku cium, aku panggil-panggil…aku berharap akan ada keajaiban sehingga suamiku bisa bersamaku lagi… lalu beberapa saat akau tidak tahu apa yang terjadi (karena kata orang disekitarku aku sempat beberapa kali pingsan)….
Akhirnya diputuskan jenazah dimakamkan di kota kabupaten… Saya masih terus menangis—menangis sampai air mata ini kering… Aku sampai menahan ketika jazad suamiku akan dimandikan…aku belum siap ditinggalkannya…
Itulah mbak….saat-saat yang membuatku terpukul… Kami baru satu tahun bersama dalam rumah tangga ini… Tapi akhirnya aku menyadari bahwa tiap diri ini hanya lah milik Alloh SWT. Saatnya aku harus bangkit….bangkit…dan bangkit….

TO SUADARIKU DISANA : KEEP HAMASAH….TERUSKAN CITA-CITA PERJUANGAN ALMARHUM UNTUK MENUMBUH SUBURKAN DAKWAH DI MUKA BUMI INI… SEGENAP PENGURUS DPD PKS GOWA SANGAT KEHILANGAN SALAH SATU MUJAHID DAKWAH TERBAIKNYA…

2 komentar:

Fath mengatakan...

Makin produktif aja dik. Mg terus istiqomah deh

Enny Musfiroh Setyarini mengatakan...

Jazakallah, semua juga atas dukungan dari kanda. Amin, berusaha untuk tetap istiqamah.

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...