By. Enny Musfiroh Setyarini
Sore tadi saat aku refleksi, diberi kesempatan Alloh SWT bertemu dengan seseorang yang memiliki senyum termanis dalam hidupnya pada akhir-akhir ini. Azma (bukan nama sebenarnya) merupakan ibu dari 3 anak dimana anaknya masih kecil-kecil. Sambil ditangani refleksiolog, beliau mengisahkan sebuah kisah yang sangat mengharukan. Enam bulan terakhir , ketika Bu Azma buang air besar juga mengeluarkan darah dari anusnya (padahal sebelumnya tidak demikian). Karena mengalami keanehan demikian akhirnya beliau berobat ke rumah sakit umum di pusat kota untuk melakukan chekup. Setelah melakukan segenap prosedur pemeriksaan (diantaranya pemeriksaan lab dan rontgen, juga USG) dokter mengatakan bahwa ibu Azma menderita tumor usus besar. Berbagai pengobatan pun dia jalani, sampai akhirnya ia disarankan untuk operasi. Beliau berkisah semakin lama tubuh beliau semakin kurus kering. Untuk lebih meyakinkan dirinya, pihak keluarga menyarankan untuk pengecekan ulang di rumah sakit swasta terkenal di kota tersebut (sebagai second opinion).
Setelah melakukan rangkaian pemeriksaan lagi, ibu Azma dan keluarga besarnya semakin bingung karena kata dokter bu Azma penyakitnya sudah menjalar kemana-mana termasuk rahimnya, dan kondisinya sudah parah dan dokter pun enggan melakukan operasi karena prosentase keberhasilannya sangat kecil. Bahkan dokter memvonis umurnya tinggal sebulan lagi. Dengan kondisi yang semakin kurus, kering dan pucat pasi bu Azma ingin keluar dari rumah sakit (karena sudah hampir satu bulan beliau opname). Katika ada temannya ada yang bezuk, temannya menyarankan pada keluarga bu Azma untuk dibawa ke pengobatan cina yang terkenal di berbagai kota. Namun, kekecewaan yang beliau dapatkan ketika sampai disana. Terapis di klinik tersebut juga angkat tangan melihat kondisinya yang sudah parah (terapis mengatakan kalau beliau datang 3 bulan yang lalu mungkin masih bisa ditangani di klinik tersebut).
Akhirnya beliau pulang dengan membawa segudang kekecewaan. Di saat-saat akhir beliau pupus harapan, beberapa hari dengan kondisi yang semakin lemah bu Azma mulai mengalami sulit tidur. Disuatu malam dia merasakan resah yang luar biasa, wajahpun mulai kebiruan. Beliau saat itu merasakan malaikat maut semakin dekat. Disaat kritisnya tersebut ada saudara jauhnya yang menyarankan untuk dibawa ke refleksiolog. Pukul 24.30 WIB, dengan kondisi yang sangat dan sangat parah serta dengan dipapah, bu Azma menjalani terapi pertamanya. Dan pertama setelah refleksi, dia yang sudah beberapa hari tidak bisa tidur akhirnya dapat tidur nyenyak.
Di akhir cerita, beliau merasakan perkembangan yang positif setelah beberapa kali terapi. Akhirnya pun kondisinya semakin membaik, badan pun kini tidak kurus kering seperti dulu lagi. Terapis juga menyampaikan kisah awalnya bu Azma datang ke kliniknya . Bu Azma bersyukur luar biasa karena maut yang selama ini membayanginya tidak membuat beliau ketakutan lagi. Beliau menyampaikan, saat ini senyum paling manis lah yang terukir dibibirnya, sebagai rangkaian rasa syukur yang mendalam kepada Alloh SWT yang masih memberikan kesempatan kepadanya untuk merasakan kehidupan dunia, sehingga beliau masih bisa medampingi anak-anaknya untuk tumbuh kembang. Dan dari ungkapannya, beliau menyatakan dengan penuh optimis bahwa dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan Alloh SWT unutk semakin mengisi hari-harinya dengan banyak beribadah. Subhanallah, untaian kisah yang sangat bagus untuk kita ambil ibrahnya. Sesungguhnya kita hanyalah makhluknya yang lemah. Dial ah yang maha penentu segalanya. Teriring do’a, semoga ibu Azma semakin sehat dan bisa berbuat lebih banyak untuk orang-orang disekelilingnya. Serta bisa mengoptimalkan kesempatan yang telah Alloh SWT berikan kepadanya untuk lebih mendekat kepadaNya.
Medan, 1 November 2009, pukul 22.30 WIB.
Blog ini berisi tulisan ringan, artikel, catatan traveling dan sebagainya. Mencoba untuk terus merangkai kata menjadi kalimat bermakna. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk menguatkan kita agar terus bertambah keshalihannya. Sehingga kita sebagai wanita perindu syurga akan terus bertambah keimanan dan ketaqwaannya. Semua untuk memantaskan diri agar kita kelak benar-benar menjadi penghuni syurga-Nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SEHAT vs SAKIT
Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...
-
By Enny Musfiroh Setyarini Hari ini,,,, Hari ketika lisanmu tidak bisa bicara,,, Hari ketika anggota tubuhmu tidak bisa berbuat,,, Hari...
-
OH.....INDAHNYA CINTA Cinta itu anugerah yang indah…. Cinta bagi seseorang sangat berarti dalam hidupnya, bahkan bisa dikatakan bahwa hi...
-
Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari ini untuk mengenang peristiwa bencana di TPA Leuwigajah. Peri...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar