Selasa, 14 November 2017

SALAHLAH DO'AKU? (part 12)


By Enny Musfiroh Setyarini

Haula kehabisan kata ketika dua pemuda itu pamit seketika. Dilihatnya tulisan di bloknote yang kembali disodorkan oleh salah satu dari mereka. Bukan nomor rekening seperti yang Haula mohon untuk dituliskan. Tapi tertulis 1 kalimat.
"Tidak perlu diganti apa pun, niat kami menolong."

Setelah mobil meninggalkan halaman kost, Haula memindahkan motor yang awalnya diparkir di halaman ke dalam garasi kost. Segera dia menutup pintu dan beranjak ke kamar Rena untuk menemuinya.

"Mbak, masyaallah baik banget mereka itu. Haula suruh menuliskan nomor rekening seperti yang Mbak pesankan untuk mengganti biaya rumah sakit, beli baju dan bengkelin tapi yang ditulis malah ini Mbak", Haula menyodorkan block note berisi tulisan pemuda itu.

"Alhamdulillah yaa Dek, ada orang baik yang Allah kirimkan untuk menolong kita", sahut Rena.

"Tolong dicharge hp Mbak yaa Dek,  pasti udah lowbat", Rena memohon kepada Haula saat diletakkanya hp dan dompetnya di meja.

"Siap Bos", Haula beranjak untuk segera mencharge hpnya dan hp kakak kostnya.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Pagi hari itu Rena sudah nampak lebih bugar. Kepala yang awalnya pusing, kini sudah tidak dirasakan. Kaki memar dan keseleonya pun lumayan enakan setelah ibu kost memanggilkan tukang urut langganannya. Tinggal sedikit memar di pipi yang belum kering betul ditambah pipi tirusnya yang masih tembem.

"Mbak, Haula tinggal dulu gak apa-apa kan yaa? Haula mau ambil titipan ibu dari kampung yang kemarin dibawain teman yang baru sampai".

"Iyya, gak mengapa Dek. Hati-hati yaa.  Kalau tidak merepotkan Mbak nitip beliin rujak uleg yaa".

"Siyaaap Mbak sayang".

Mulai kemarin memang sebagian anak-anak kost yang pulang ke kampung halamannya mulai berdatangan. Tapi akan terjadi puncaknya pada hari Ahad ini, karena besok mulai aktif perkuliahan.

Ponsel berdering. Rena yang baru saja selesai menyelesaikan sholat Dhuhanya,   segera meraih ponselnya.

"Assalamu'alaikum. Rena, ini Kak Ummi. Rena sehat kan? Kakak mau mengingatkan jadwal kita besok sore yaa".

"Alhamdulillah Kak sudah berangsur baik, beberapa hari yang lalu ana dan adik kost jatuh dari motor. Tapi udah baikan Kak, insyaallah besok hadir", Rena sengaja tidak menceritakan kejadian tragis yang dialaminya kepada kakak pembina pengajiannya.

Deg, Rena menutup telefon dengan perasaan tak menentu. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi besok. Dia buka laci meja belajarnya,  mengambil sebuah amplop coklat di map file warna merahnya. Kembali dia baca dan dengan mata terpejam kemudian berdo'a kepada Rabbnya
Ya Rabb, berikan pendamping yang terbaik untuk hamba, keluarga hamba dan aktifitas dakwah hamba,,,

#30DWC
#30DWCJilid9
#squad9

Tidak ada komentar:

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...