Selasa, 14 November 2017

SALAHKAH DO'AKU ? (part 9)


By Enny Musfiroh Setyarini

Haula hanya sedikit luka ringan. Memar dan membiru sedikit di kaki kirinya yang tertimpa sepeda motor.

Setelah luka Haula dibersihkan oleh perawat, kemudian dia dengan segera menghampiri ranjang dimana kakak kostnya masih belum sadar. Terlihat tubuh Rena masih terkulai lemas dan terpasang beberapa selang di tubuhnya.

Tangan kanannya memegang erat tangan kanan Rena, sementara tangan kirinya mengusap kepala dengan lembut. Haula terus terisak, dipandanginya wajah Rena yang membiru dengan benjolan yang cukup besar di pipi sebelah kirinya. Dia tidak bisa menyembunyikan air matanya yang terus mengalir ketika dia membisikkan lantunan ayat Al Qur'an di telinga Rena.

Sepuluh menit berlalu, tangan Rena mulai bereaksi, bergerak pelan yang gerakannya sangat bisa dirasakan Haula yang masih terus melantunkan ayat-ayat  cintaNya.

"Suster,,,", teriak Haula memanggil suster. Sesaat kemudian dokter jaga IGD dengan didampingi suster menghampiri ranjang Rena.

Rena perlahan membuka matanya. Terasa berat sekali. Belum terbuka sepenuhnya sudah dia pejamkan kembali.

"Mbak, mbak Rena,,,bangun Mbak,,,", Haula mengelus kening Rena perlahan sekali, karena takut kakak kostnya itu kesakitan.

Suster memegang tangan Rena. Menunggu kembali reaksi pasiennya.

Rena kemudian membuka kembali matanya, sambil bergumam "Aku dimana".

"Alhamdulillah mbakku sayang, akhirnya dirimu sadar,,, Mbak ini kita sedang di rumah sakit. Ini Haula", Haula menampakkan kegembiraannya sambil mencium tangan Rena.

"Dek, apa yang terjadi pada Mbak?, dengan lirih Rena bertanya.

"Alhamdulillahirabbil 'alamiin,,,,", hampir bersamaan dokter cantik berjilbab pink dan suster itu mengucapkan kalimat tahmid.

"Apa yang dirasakan, Mbak?", sapa dokter dengan ramah sambil menjalankan stetoskopnya di beberapa bagian tubuhnya.

"Pusing Dokter,  dan kaki saya sedikit sakit. Dan ini kenapa pipi saya membesar begini?, lirih suara Rena sambil tangan kirinya memegang pipinya.

"Gak papa mbak, Alhamdulillah tali helm mbak terpasang dengan baik, jadi kepala Mbak terlindungi. Mbak pingsan karena shock saat terjatuh. Kalau kaki ada lecet karena terkena benturan aspal, tapi Alhamdulillah ngga dalam lecetnya. Pipi saja yang trauma mencium aspal nie jadi agak memar", dokter memberikan penjelasan yang sangat menenangkan.

"Alhamdulillah,,,", Rena dan Haula hampir bersamaan melantunkan hamdalah.

"Sekarang minum ini dulu Mbak, agar lebih segeran", suster menyodorkan teh hangat ke Rena.

"Oke, saya tinggal dulu yaa. Ini silahkan diminum obatnya. Nanti kita observasi satu jam kemudian. Sudah jam empat, kalian sudah sholat asar belum?", dokter mengingatkan keduanya.

"Alhamdulillah Haula sudah Dok,  kalau Mbak Rena sedang halangan. Terima kasih banyak dokter".

Dokter pun meninggalkan mereka.

"Mbak Rena, mama papa mbak perlu dikabari nggak yaa ?", Haula membuka pembicaraan sambi mengompres bagian pipi Rena yang membengkak.

"Jangan Dik, papa kan baru 2 minggu yang lalu pulang dari rumah sakit juga. Sementara kakakku juga habis lahiran. Jadi nanti mereka bingung dan khawatir. Ini Alhamdulillah juga ngga parah-parah amat kok "

"Baik Mbak, kalau itu yang Mbak inginkan. Insyallah nanti Haula yang merawat Mbak ".

"Terima kasih adek cantik".

"Dik, tadi gimana sieh kejadiannya yaa, mbak ingatnya kita pas sampai belokan gang, terus anti nyuruh mbak pegangan lebih kenceng karena hujan lebih deras".

Haula pun menceritakan detail kejadiannya ke Rena. Termasuk datangnya pertolongan Allah SWT melalui hadirnya 2 pemuda pengendara serena tadi.

"Terus, anti tanya motor ditaruh di mana nggak? Atau tanya nomor hp mereka?Dompet dan hp kita kan di jok Dek".

"Maaf banget Mbak, Haula ngga kepikiran Mbak. Mereka tampak buru-buru juga. Saat Haula masuk IGD  hanya sekedar mengucapkan terima kasih dan  mereka menyodorkan bungkusan kresek yang ternyata isinya gamis, jilbab dan kaos  kaki yang kita pakai ini".

"Masyaallah, sempat membelikan baju juga?".

"Iyya tadi memang berhenti sebentar di toko pakaian pas di deretan ruko yang sebelum rumah sakit itu lho Mbak. Cuman tadinya Haula ngga ngerti kalau berhentinya buat beli baju, karena minta maaf ke Haula turun sebentar mau ke ATM".

"Alhamdulillah, terima kasih yaa Allah atas pertolonganMu", Rena menutupkan tangan ke wajahnya yang tampak aneh itu.

#30DWC
#30DWCday20
#squad9
#serialrena

Tidak ada komentar:

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...