Selasa, 24 Oktober 2017

SALAHLAH DO'AKU ? (part 2)


By Enny Musfiroh Setyarini

"Kak,  Rena boleh bertanya sesuatu dulu kan sebelum memberikan jawaban?", Rena dengan suara lembut dan tatapan penuh harap mengharapkan jawaban iyya dari murabbiyahnya.

"Tentu say,  tanyakan aja apa yang ada dibenakmu. "

"Gini Kak,  Rena masih bertanya-tanya mengapa ikhwan tersebut memilihku? Aku merasa minder Kak,  karena dia orang luar biasa, dengan bejibun aktifitas dakwahnya. "

"Percayalah Rena, bisa jadi inilah hadiah Allah yang dikirimkan untukmu. Terus terang kakak juga belum sepenuhnya kenal dengan ikhwan ini, karena menurut informasi, beliaunya pendatang baru di kota kita ini," Kak Ummi berusaha meyakinkan Rena. Rena masih terdiam,,

Melihat kegalauan Rena, kak Ummi kembali menghadap Rena sambil menepuk-nepuk  bahunya dengan lembut.
"Tapi, anti nggak harus menjawab "iyya". Jawablah sesuai kemantapan hati . Jangan sampai hanya karena alasan agar bisa menghindari calon-calon yang terus disodorkan oleh orangtuamu sementara anti ngga sreg dan pendekatan-pendekatan beberapa orang yang pernah Rena ceritakan itu, membuat kamu terpaksa menerima."

Suasana hening sesaat. Rena mengambil nafas panjang.
"Ya udah Kak,  bismillah yaa,,, Rena bersedia melanjutkan proses ini. Bantu do'a yaa Kak, agar Allah memberikan yang terbaik untuk Rena."

"Aamiin,  tentu sayang,,, Kakak do'akan yang terbaik untuk Rena. Baik, kalau anti siap melanjutkan proses, nanti kakak akan sampaikan dengan pihak ikhwan untuk proses selanjutnya, yaitu ta'aruf."

Karena sudah mendekati waktu maghrib, Rena berpamitan untuk pulang. Ya, jarak rumah murabbiyah ke kostnya hanya sekitar 10 menit. Seperti biasa Kak Ummi mengantarkan sampai halaman depan.

Sampai kost, adzan Maghrib pun berkumandang. Yaa kost ini udah beberapa hari sepi,  karena penghuninya sebagian besar pulang kampung sehabis ujian semesteran. Hanya Rena dan penghuni kamar ujung, Haula yang tidak pulang. Selain karena pulangnya jauh diluar pulau, Rena sedang fokus menyelesaikan revisi skripsinya. Sementara Haula hanya pulang kampung saat lebaran saja. Haula,  dia satu tingkat dibawah Rena tapi beda Fakultas.

Rena menghampiri  kamar Haula,,,
Tok,, tok,, tok,, "Assalamu'alaukum,,, Haula, maghriban yuks," sapa Rena dari balik pintu.
Tidak ada sahutan,  artinya Haula belum sampai kost.

Segera Rena kembali ke kamar dan menggelar sajadahnya. Usai sholat, diambilah mushaf dari dalam ranselnya. Dan dia mulai terhanyut dalam tilawahnya sambil sesekali menyeka air matanya. Setelah 20 menit, Rena menyudahi tilawahnya. Dia rebahkan tubuhnya dan mengambil ponselnya.

"Assalamu'alaikum,,, Rena, ini Haula", suara pelan menyapa dari balik pintu.

"Masuk Dek, ngga dikunci."

Haula masuk kamar Rena sambil membawa  sepiring tempe mendoan hangat.
"Maaf Kak, tadi Haula ada rapat TPA. Ini kita dapat kiriman dari ibu kost Kak dan ini ada surat dari seseorang yang tadi dititipkan ke ibu untuk Kak Rena," Haula meletakkan piring berisi mendoan hangat yang dilengkapi cabe rawit hijau sambil menyerahkan sebuah amplop putih besar.

Ibu kost memang baik banget. Rumahnya yang bersebelahan dengan kost-kostan sering mengirim makanan dan sekedar mengajak ngobrol penghuni kost.

"Surat dari siapa, Dek?"

"Mana Haula tahu Kak,  ibu kost hanya bilang dari seseorang yang tadi menemui ibu," Haula nerocos sambil menahan pedesnya cabe.

"Ayo Kak  dimakan mumpung masih hangat, ntar Haula habisin lho."

Rena akhirny ikut larut dalam menikmati mendoan sambil pelan-pelan membuka amplop itu.

"Lap tissu dulu Kak, siapa tahu surat berharga. Sayang-sayang kalau kena minyak."

Setelah membersihkan tangannnya dari minyak, dibuka lah lipatan surat dari kertas folio. Rena ngga mengenal tulisannya. Dia langsung melihat bagian akhir tulisan sebelum membacanya.

Deg,,,

#30DWC
#30DWCday12
#squad9
#cerpenjadicerbung

Tidak ada komentar:

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...