Rabu, 28 Oktober 2009

KAN SELALU KUJAGA DIA

Saudaraku yang senantiasa memuliakan dan Insya Alloh dimuliakan Alloh SWT, setelah merenung untuk beberapa saat, tentu saat ini kita mengingat betul kapan kita mulai merasakan hidayah itu datang pada diri kita. Hidayah untuk beriman dan berislam secara kaffah, yang merupakan jalan yang ditunjukkan Alloh SWT menuju syurgaNya. Tentu kita sangat dan sangat berharap hidayah itu senantiasa melekat dalam diri kita sampai ajal menjemput dan kita menghadap padaNya.

Saudaraku, mari kembali merenung, betapa banyak orang-orang disekeliling kita yang tidak seberuntung kita (sehingga kita semakin bersyukur padaNya yang telah memberikan kasih sayang sehingga hidayah ini masih berpihak pada kita semua). Memang Alloh lah yang memberikan hidayah pada orang yang dikehendakinya. Kita ingat kembali perjalanan Rasulullah SAW dalam berdakwah kepada umuatnya, meskipun sekian masyarakat mengikuti seruan beliau untuk mentauhidkan Alloh SWT akan tetapi masih ada kerabat dekat beliau yang enggan mengikuti jalan yang lurus tersebut karena belum turunnya hidayah dari Alloh SWT. Seperti yang Alloh SWT firmankan dalam Al Qur’an berikut :
“Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat member petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Alloh member petunuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (QS Al Qassas: 56).

Dalam perjalanan mengarungi hidup dan mempunyai sahabat yang banyak, aku semakin bisa melihat dan mengambil pelajaran dari realita yang ada. Karena hanya Alloh lah yang bisa memberikan hidayah. Orang yang dulu menjadi pembimbingku dalam menuju hidayahNya pun bisa menjadi orang yang jauh dari nilai keislaman yang dulu pernah disampaikan padaku. Nau’dzubillahi min dzalik. Tapi banyak pula sahabat yang dulu sangat jauh dari islam, sekarang menjadi orang yang taat, tawadhu’ dan komitmen dengan keislamannya, Alhamdulillah. Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan keistiqamahan padaku dan pada mereka.
 “Dan hak Alloh menerangkan jalan yang lurus, dan diantaranya ada jalan yang menyimpang. Dan jika Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kamu semua (ke jalan yang benar) (QS An Nahl : 9).

Semoga kita masih merasakan hidayah itu dalam diri masing-masing, senantiasa menjaga agar hidayah itu tidak hilang dari diri kita, dan senantiasa menguatkan diri dan sesama untuk saling menjaga dan menguatkan.
Saudaraku yang sholeh/ah….bagaimana dengan yang Anda rasakan ?? Apakah anda mempunyai pengalaman unik dalam memperoleh hidayah tersebut? Silahkan berbagi disini agar kita bisa mengambil pelajaran dari kisah teladan para sahabat kita…….

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Emang hidayah itu begitu berharga kok. Bayangkan saja, paman nabi Abu Thalib yg selalu melindungi Nabi saja tidak mendapat hidayah-Nya smp akhir hayat. Artinya begitu beruntungnya kita saat hidayah itu msh melekat dlm diri kita. Shg hrslah senantiasa kita jaga shg tetap bersemi sepanjang hayat.
Dan yg kedua, ber-Islamnya kita sesungguhnya hanyalah utk kita sendiri. Allah tdk diuntungkan ataupun dirugikan dengan dan tanpa ke_islaman kita. mk, marilah kita slg menjaga hidayah ini.

Anonim mengatakan...

Amin...semoga kita bisa menjadi lebih dekat dengan yang memberi hidayah pada kita, sehingga kita bisa terus mengarungi kehidupan ini dengan curahan hidayah dariNya.

Enny Musfiroh Setyarini mengatakan...

Betul...betul bersyukur atas hidayahNya dan berusaha agar hidayah tidak lepas dari genggaman kita....
Para Anonim neh siapa aja ya... Pake nama dunk kalo comment... Biar terima kasihnya jelas ke yang bersangkutan..

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...