Selasa, 27 Oktober 2009

AKAN KUJAGA HIDAYAH YANG BEGITU BERHARGA INI

AKAN KUJAGA HIDAYAH YANG BEGITU BERHARGA INI

By. Enny Musfiroh S

Kuingat kembali perjalanan panjang menemui hidayah ini. Dari saat TK orangtuaku memasukkanku di TK Islam yang dari sana aku mulai bisa mengenal dasar keislaman. Selain itu dirumah pun ibu selalu membimbing mengulang hafalan, dan yang paling berkesan sebelum tidur mereka senantiasa memberikan cerita pengantar tidur pada anak-anaknya. Cerita-cerita itu masih sangat membekas sampai sekarang…

Selanjutnya setelah masuk SD, kedua orangtuaku sangat menekankan pada kami anak-anaknya untuk senantiasa belajar ngaji. Saat masih kelas 2 SD, mereka mengumpulkan anak-anak disekitar rumah untuk belajar ngaji dirumah, selain ayah kami yang mengajar juga dibantu beberapa ustadz. Setelah kelas 3 dan kami pindah rumah, untuk belajar mengaji orangtua kami mempercayakan pada lembaga yang memang consent di bidang tersebut, yang sering akrab disebut TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an). Sedih memang ketika singkatan itu saat ini sering juga dipakai ketika orang menyebut Tempat Pembuangan Akhir dengan TPA.


Menginjak kelas 5 SD dan disaat sudah tamat TPA, orangtua saya pun mendaftarkanku di TQA (Taqlimul Qur’an lil Aulad) yang merupakan lembaga yang lebih tingga dari TPA. Disana kumulai belajar shirah nabawiyah, shirah sahabat, akhlaq dan dasar-dasar bahasa arab. Tapi menjelang kelas 2 SMP pun aku mulai malu untuk bergabung lagi di TQA. Untuk mengabdikan ilmu yang telah kudapat dan dengan dorongan orangtuaku, aku mulai mengumpulkan anak-anak disekitar rumah yang ingin belajar ngaji. Awalnya hanya beberapa anak, dan pada akhirnya aku pun meminta bantuan beberapa teman karena kewalahan menangani mereka yang penuh semangat ingin belajar ngaji. Kelompok ngaji itulah yang akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya Taman Pendidikan Al Qur’an At Taqwa yang Alhamdulillah sampai sekarang masih ada.

Saat SMP aku memang belum mengenakan jilbab saat sekolah, karena memang waktu itu tidak ada temannya. Tapi ketika pergi-pergi aku sudah terbiasa mengenakan busana muslimah itu, meski bawahnya masih sering pakai celana jeans. Tapi aku punya niat yang kuat untuk berjilbab begitu masuk SMA.

Dan Alhamdulillah, keinginanku pun terpenuhi dengan penuh senyum bahagia saat hari pertama sekolah dengan langkah pasti aku menuju sekolah dengan tampilan yang lebih meyakinkan apalagi diterima di SMA favorit di daerahku. Dan ternyata dengan memakai jilbab aku pun merasa mempunyai konsekuensi lebih untuk mendalami Islam. Alhamdulillah mulai kelas satu aku mulai mengikuti taklim rutin yang diadakan di sekolah maupun di luar sekolah, mulai aktif juga di kerohanian Islam di sekolah. Dan tiap ada seminar, kajian dan pesantren kilat yang diadakan di sekolah maupun lembaga di luar sekolah aku pun tidak pernah absen untuk ikut. Aku pun mulai ingin mendakwahi temen-temen dengan dakwah fardiyah minimal, agar mereka juga bisa mendapatkan hidayah seperti aku. Dengan keaktifanku di Rohis, OSIS maupun lembaga di luar sekolah semakin menyadarkanku bahawa aku harus bisa berbuat lebih banyak untuk ummat.


Memasuki masa perkuliahan, aku pun mencari komunitas yang bisa menjaga keislamanku. Mulai aktif di kajian Fakulatas maupun Universitas. Semangatku untuk berorganisasi akhirnya mengantarku untuk menjadi aktifis di beberapa lembaga baik lembaga keislaman maupun lembaga umum. Dan Alhamdulillah pergaulan pun bisa terjaga, meskipun ada beberapa ujian yang harus kualami. Tapi ketika ujian datang dan kusemakin merapat padaNya…ujian itu akhirnya bisa kulalui dengan baik. Ujian semakin sering datang saat masa-masa akhir kuliahku… Alhamdulillah aku masih dalam kasih sayang Alloh SWT yang senantiasa memberikan petunjuk yang terbaik untukku.


Setelah lulus dan bekerja, aku dihadapkan pada masalah yang lebih serius lagi, berbagai pihak mendorongku untuk segera berumahtangga, termasuk beberapa “pihak” yang mensupport denga cara masing-masing (ada yang datang langsung, ada yang lewat orangtua maupun lewat temen). Karena takut datangnya fitnah, aku pun terus bermunajat pada Alloh SWT agar diberikan petunjuk yang terbaik menurut DIA. Melalui orang yang sangat kupercaya aku pun mulai berproses, sambil terus berdo’a. Dan Alhamdulillah aku dipertemukan Alloh SWT dengan seorang laki-laki sholeh yang bisa membimbingku untuk semakin dekat denganNya. Terima kasih ya Rabb yang telah memberikan hadiah terindah padaku, laki-laki sholeh yang sefikrah sehingga kami bisa menciptakan syurga dunia dirumah kami. Aku tidak akan berhenti berdo’a supaya hidayah ini tidak akan lepas dari kami, sehingga kami akan semakin bisa merasakan indahnya hidup dalam hidayahMu.
“Dan hak Alloh menerangkan jalan yang lurus, dan diantaranya ada jalan yang menyimpang. Dan jika Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kamu semua (ke jalan yang benar) (QS An Nahl : 9).
Wallahu a’lam bi showabb.

Tidak ada komentar:

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...