By Enny Musfiroh Setyarini
Haula menangis begitu tubuh Rena yang tidak berdaya ditidurkan di jok tengah mobil oleh pengemudi pickup dan salah satu pemuda penumpang serena itu. Muka lebam membiru, pipi yang membesar seperti orang habis kena tonjokan dan darah segar yang keluar dari kaki yang berbalut kaos kaki membuat Haula pilu dan tidak bisa membendung air matanya,,,
"Tenang Mbak, kami akan antarkan mbak dan kakak Mbak ke rumah sakit segera", pemuda yang sudah duduk di belakang pengemudi itu mencoba menenangkan Haula yang terus menangis.
Haula mendengar satu pemuda yang masih di luar mobil memerintahkan kepada sopir pickup untuk membawa motor Haula. Entah, Haula tidak begitu jelas mendengar mau dibawa kemana motor itu. Yang berkecamuk dipikirannya hanya keselamatan kakak kost tercintanya.
Dengan segera pengendara serena melajukan kendaraan menuju rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit, pemuda di samping kemudi berlari ke IGD dan memanggil perawat.
Dengan sigap, 2 perawat mengangkat tubuh Rena dan melarikan ke dalam IGD. Satu perawat lagi memapah Haula dan juga membawanya masuk.
"Terima kasih ya Mas, sudah membantu kami", Haula menoleh ke dua pemuda itu sesaat sebelum menghilang di balik pintu IGD.
Sementara itu kedua pemuda terlihat berbicara serius dan kemudian menuju loket registrasi pasien. Saat ditanya siapa pasien yang diantarkannya, mereka tidak bisa menjawabnya.
"Maaf suster, saya hanya mengantarkan korban kecelakaan, jadi saya tidak tahu siapa mereka dan dimana rumahnya", salah seorang pemuda itu mencoba menjelaskan.
"Gini aja Sus, karena kami harus buru-buru ada acara, tolong terima uang ini sebagai jaminan agar korban kecelakaan itu mendapat perawatan semestinya. Dan jika korban menanyakan sepeda motornya, minta tolong sampaikan motornya aman bersama kami, ini kartu nama saya".
Kendaraan serena pun meninggalkan halaman parkir IGD dengan buru-buru.
#30DWC
#30DWCday19
#squad9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar