By Enny Musfiroh Setyarini
Suatu pagi, saat sedang membersihkan rerumputan yang mulai memenuhi pot-pot serta tanaman di sejengkal halaman depan rumah , saya didatangi seorang laki-laki dengan pakaian lusuh. Dia meletakkan karung yang dipanggulnya kemudian menyapa,,,
"Santi kemana emang Bu, kok beberesnya sendirian?", Bapak tua yang merupakan tetangga khadimat (asisten rumah tangga) ini menyapa sambil jongkok dan mengambil bagian membantu bersih-bersih.
"Teteh mah udah pulang Pak, udah beres kerjaan dalam", jawabku.
Tanpa menawarkan butuh bantuan tidaknya, laki-laki itu dengan sigap membantu membuang daun-daun kering dan merapikan pohon pandan yang terlewat subur sampai ada beberapa pohon yang hampir roboh. Bahkan menyapu bekas tempat saya sebelumnya mengganti tanah dalam pot yang sudah tandus. Alhamdulillah kerjaan pun lebih cepat terselesaikan dengan bantuan lelaki itu.
Siapa lelaki itu? Dia adalah pak Djon, seorang laki-laki yang kesehariannya keliling komplek, mengais-ais tempat sampah untuk mencari barang-barang bekas yang sekiranya bisa dijual kembali. Yang bahasa kerennya disebut pemulung.
Pak Djon lah yang sering menerima hibahan hadiah dari kami, berupa kardus dan botol-botol plastik atau tumpukan kertas berkas yang sengaja kami kumpulkan dan secara periodik kami hadiahkan ke pemulung. Tapi tidak hanya dia juga, ada beberapa yang lainnya, tapi jarang saya ajak komunikasi karena yang lain hanya bisa bahasa Sunda. Sementara meskipun tinggal di tanah Sunda, kebanyakan tetangga bahasa Jawa. Jadi nggak pinter bahasa Sunda deh.
Senang sekali lho mereka menerima barang-barang seperti itu, barang yang mungkin bagi kita sampah tapi bagi mereka hadiah. Artinya dalam waktu singkat dia bisa mengumpulkan sekian rupiah. Yang biasanya butuh waktu seharian untuk mengumpulkan sekarung barang bekas, tapi pada hari tersebut dia bisa memperoleh bonus mengumpulkan secara super cepat.
Pernah saat ada teman main ke rumah sampai bertanya, "Memangnya dia siapa kok terlihat akrab ? ", saat saya terlihat berbicara akrab.
Yaa, dia bukan siapa-siapa, bukan saudara juga, tapi dari hal-hal kecil itulah yang akhirnya kami dekat dengan mereka.
Berbuat baiklah, meski dengan hal-hal sederhana. Karena meskipun menurut kita sederhana dan kecil nilainya, bisa jadi bernilai besar bagi orang lain.
#30DWC
#30DWCDay9
#squad9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar