Selasa, 24 Oktober 2017

BUKAN SEPENUHNYA SALAHMU, PAK SOPIR


By Enny Musfiroh Setyarini

Kemarin, karena pak partner ngga bisa membersamai suatu perjalanan ke Bogor,  akhirnya berangkat dari rumah sendirian. Eh tidak, dari rumah dianter dulu sampai Nagrak dan ditunggu untuk memastikan selamat sampai seberang (secara  saya paling takut saat nyeberang,  biasanya menunggu ada teman sesama penyeberang dulu atau minta tolong diseberangin). Saya naik angkot karena janjian sama teman dengan titik ketemuan di Citereup sebelum kita bergerak ke Kota Bogor. Lama bangeet memang nggak naik angkot, karena memang jarang pergi sendirian. Jadi buta banget deh masalah jalur-jalur angkot.

Kok nggak naik grab? Waah takuut kalau naik grabcar sendirian, takut dibawa lari dan risih aja semobil berdua sama yang orang asing.

Dan sampe rumah pas maghrib seneng banget karena berhasil berpetualang jauh dengan jalur yang berbeda,,, Berangkat ngelewati Masjid Raya Bogor dan pulang melewati jalur Ciawi.

Ganti angkot selama 5 kali dalam perjalanan kemarin itu,  saya jadi tau mengapa sering didapati angkot berhenti menurunkan penumpang dalam waktu lumayan lama. Ooh ternyata karena banyak dari penumpang yang ngga bersiap diri. Jadi ada beberapa yang turun angkot, baru buk tas, ambil dompet dan baru ambil uang untuk diserahkan ke supir. Belum lagi uang yang diserahkan uang besar yang butuh pengembalian. Bisa dibayangkan, berapa waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan 1 penumpang ini?

Saya sebelum2nya berprasangka, saat jalan bersama suami menyalahkan angkot yang tetiba berhenti sehingga membuat laju  kendaraan kami juga terganggu. Maafkan sayaa pak sopir,,,ternyata itu salah kami2 sebagai penumpang,,,

So bolehkah saya berpesan untuk pengguna jasa angkot atau bus? Saat kita berkendaraan, please,,,
1. Siapkan diri dengan uang recehan sebelum naik angkot. Ini akan menghemat waktu dalam kita bertransaksi.

2. Siapkan dompet khusus recehan agar mudah kita mengambilnya saat akan transaksi. Atau paling nggak siapkan uang bayaran di tempat yang mudah diakses.

3. Bersiaplah ketika tujuan kita hampir sampai. Bergerak mendekati pintu sesaat sebelum sampai tujuan akan sangat memangkas waktu ngetemnya angkot.

4. Sampaiknn ucapan terima kasih kepada pak sopir yang telah membawa kita sampai tujuan dengan selamat (ini masih jarang terjadi).

Terlepas dari kebiasaan sopir saat melajukan kendaraan umumnya,  dari teriakan2annya,  dari emosinya yang kadang terlihat  oleh kita, tersimpan suatu PR yang musti kita benahin bersama selaku pengguna angkutan umum, yaitu mendisiplinkan diri kita.

Tulisan ini akhirnya kuakhiri dengan dengan habisnya  nyemil setoples bawang goreng.

#30DWC
#30DWCday7
#squad9

Tidak ada komentar:

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...