Masyaallah,,,
Masih kebayang dipelupuk mata,,,
Saat bus carteran KBIH kami bergerak dari Mina menuju padang Arafah,,,
Nangis,,,nangis,,,dan nangis,,,
Kami tanggalkan semua yang kami punya,,,
Bapak ibuk dan keluarga dikampung,,,
Rumah, kendaraan, serta aset2 lainnya,,,
Dan hanya membawa perbekalan yang sangat simple, baju putih katun dan 2 lembar kain ihram,mushaf dan kebetuhan seperlunya yg cm seransel,,
Menangis menyaksikan dari dalam bus, segerombolan jamaah yang berjalan kaki,,,
Bayangkan dr Mina ke Arafah bukan jarak yang dekat,,, (bagi yang ngga mau nambah biaya transport otomatis musti jalan kaki karena hanya sebagian yang diizinkan tanazul, dr hotel mabit di Mina dl,,baru ke Arofah,,Muzdalifah,,,Mina lg unk lempar jumroh smp selesainya,,,
Bagaikan kita digiring ke padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan semua yang telah kita perbuat selama ini,,,
Dan ini yang membuat kami ngga mau pergi2 di hari Arafah ini,,,
Krn hati terus terpaut merasakan menjadi salah satu hamba yang menghamba ampunan dan karuniaNya,,,
Allahu Rabb,,,ampunkan segala dosa kami,,
Bimbing kami agar menjadi hamba yang pandai bersyukur,,,
Hidupkanlah ruh iman islam kami,,,
Kabulkan lah segala doa dan permohonan kami,,,
Dan jadikanlah hamba2 yang akan terus istiqamah dalam jalan dakwah ini,,,
Aamiin,,,
#nulissambilmbrebesmili
#lanjutmenghambapadaRabbulIzzati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar