Jumat, 30 Oktober 2009

TERNYATA KAULAH JODOHKU

By. Enny Musfiroh Setyarini


Ketika ku buka kembali diaryku, aku pun tersenyum mengingat kembali kejadian-kejadian masa lalu yang seolah-olah masih jelas tergambar dimataku…
Tiga bulan sebelum Oktober 2002, kuterima sebuah amplop coklat dengan ukuran sedang dari murabbiyahku… Dia bilang bukanya dirumah aja ya… Aku bilang apa lagi ini Bu, bukannya baru aja kukembalikan biodata pertama yang Ibu kasih (karena banyak pertimbangan dan istikharah akhirnya dengan mantap kukembalikan). Wanita yang bersahaja itu dengan tatapan yang mendamaikan berkata, “ Bawa aja de, buka, pelajari, dan istikharah…”. Aku pun menjawab kembali “ Kenapa cepat sekali Bu?”. Tapi murabbiyah hanya menatap dengan senyum sambil mengangguk…dan tetap menyodorkan amplop itu. Aku pun langsung memasukkannya dalam tas sebelum ada orang lain yang mengetahuinya.

Setelah aku berpamitan, dalam perjalanan pulang pikiranku kembali menerawang. Aku sebenarnya memberanikan diri mengajukan biodata karena banyak gangguan yang menghampiriku. Disatu sisi banyak temen-temen bapakku (maupun beliau sendiri) yang membuat rencana untuk mengenalkan aku dengan beberapa teman sekantornya (karena dari dulu pengennya punya menantu PNS, he..he..). Selain juga banyak berbagai pihak yang coba mendekatiku dan meminta tolong orang lain untuk mendekatiku. Karena takut akan timbulnya fitnah maka murabbiyahku pun memintaku untuk membuat biodata. Tapi aku juga kaget ternyata prosesnya begitu cepat. Beberapa hari kuajukan biodata, aku langsung mendapatkan biodata ikhwan (yang pertama kukembalikan karena alasan banyak hal).

Setelah sampai mess tempat saya dan temanku tinggal, aku sholat asyar kemudian bismillah kubuka amplop coklat yang baru kuterima (kebetulan temanku lagi keluar sehingga gak perlu sembunyi-sembunyi). Betapa kagetnya setelah kubaca namanya. “Ha ??? Kenapa bisa dia yang disodorkan padaku?”. Temen ikhwan seangkatan yang juga seaktifitas dakwah. Beberapa hari kemudian saat aku bertemu dengan murabbiyahku aku menyampaikan hal-hal yang ada dipikiranku. Tetapi beliau menyampaikan agar aku tetap istikharah agar keputusan yang diambil adalah keputusan dariNya. Hampir 2 minggu aku melakukan istikharah, akhirnya aku ditunjukkan melalui mimpi yang melibatkan ustadz-ustadz (ceritanya dalam mimpi waktu itu ikhwan yang sekarang menjadi suamiku tersebut) pada awalnya datang mengkhitbah dengan didampingi beberapa ikhwan. Tapi bapakku waktu itu menolak. Kemudian tidak menyerah beliau datang mengkhitbah lagi di dampingi dengan ustadz Wiranto, Ustadz Mahmud Mahfudz (Mudir saat aku masih di Ma’had Al Bina), dan juga Ustadz Cahyadi Takariawan (karena aku sangat menyukai buku bukunya yang sederhana sehingga mudah dicerna dan membekas, padahal aku belum pernah berkomunikasi langsung dengan beliau). Subhanallah dalam mimpi itu akhirnya orangtuaku menaymbut dengan hangat lamaran dari calon suamiku.

Setelah kembali istikharah, akhirnya kami pun bersepakakat untuk meneruskan proses ini menuju malighai rumah tangga. Subhanallah banyak kemudahan yang Alloh berikan sehingga segala sesuatunya pun berjalan lancar. Terima kasih ya Alloh atas kemurahan yang Engkau berikan sehingga aku Engakau beri hadiah suami yang sholeh. Terima kasih kepada para murabbiyahku dan orang-orang disekitarku yang sangat berperan dalam perjalananku memperoleh hidayah ini.

Note : Mengingat kembali peristiwa 7 tahun yll.

4 komentar:

Fath mengatakan...

wah, begitu to ceritanya. Jd GR deh aku, he-he

Anonim mengatakan...

Semoga senantiasa diberkahi ALLAh ya.. En...

Anonim mengatakan...

Subhanallah, jodoh memang rahasia Allah swt. Tidak ada yang bisa menyangkal dan melawan Kuasa-Nya. Pun tak ada yang bisa menolak takdirnya. Allah pasti selalu berikan yang terbaik untuk kita. Allah segera mendatangkan buah hati pada pasangan baru yang belum saling mengenal sebelumnya, agar cinta semakin tumbuh bersemi di dalam rumah tangga mereka. Dan Allah 'menunda' hadirnya buah hati pada sebagian pasangan agar mereka bisa fokus dalam meniti karier pekerjaan mereka, memberi waktu banyak untuk lebih memebekali diri agar saatnya nanti siap lahir batin dalam menyambut sang buah hati. Selalu demikian adanya,selalu ada kebaikan dalam setiap kejadian. Dan kita sebagai muslim diharuskan untuk selalu sabar .. dan syukur..Semoga segera mendapatkan hadiah itu ya En..Wallahu a'lam bis showab

Enny Musfiroh Setyarini mengatakan...

Jazakumullah atas supportnya... Sayangnya aku nggak tahu siapa dibalik penulis yang memakan anonim ???

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...