Kamis, 29 Oktober 2009

MEREKA JUGA BUTUH PENCERAHAN

Baru saja pulang dari ngaji di tempat teman. Kebetulan karena suami keluar kota, ana berangkat dan pergi naik becak motor ( kalo di Medan becaknya disamping motornya, jadi tukang becak dan penumpangnya memungkinkan berkomunikasi karena sejajar posisinya). Terbuka pembicaraan kami ketika abang becak menanyakan alamat yang ana tuju. Sambil jalan abang becak banyak bertanya tentang aktifitas yang baru saja ana lakukan. Ana jelaskan kalau ana pulang dari ngaji. Kemudian abang becak itu mengatakan “Wah, paham Islam banyak ya Kak.” Ana pun mempunyai filing kalau abang ini mau mendengarkan sesuatu hikmah. Ana katakan kepadanya, bahwa kita harus senantiasa terus belajar untuk lebih mengenal Islam. Karena dengan mengenal Islam yang lebih mendalam, kita akan lebih mempunyai pedoman hidup dalam mengarungi kehidupan ini. Tanpa kita belajar kita tidak akan tahu. Ana katakana seperti orang yang ingin bisa mengendarai becak atau mobil, orang pun harus belajar mulai dari awal untuk bisa sampai mahir. Abang becak itu pun manggut-manggut (semoga sebagai tanda setuju atas apa yang ana sampaikan). Masih sambil manggut-manggut, dia pun mengatakan, “Karena amal ya Kak yang hanya dibawa kalau kita mati.” Lega ana mendengar pernyataan dia, ana pun berpeluang untuk makin menguatkan lagi. Ana katakana bahwa kita tidak akan tahu umur kita saat meninggal, makanya harus lebih banyak beramal baik biar kita punya bekal ketika menghadap ke pangkuanNya.

Pembicaraan kami terus berkembang sampai ke persoalan rezeki (yang pada intinya mengecilkan dirinya sebagai tukang becak). Ana pun mengatakan, “ Abang tu harus senantiasa tetap bersyukur karena masih bisa menarik becak, banyak disekitar abang yang pengangguran bahkan menjadi pengemis. Pekerjaan abang lebih mulia apalagi untuk memenuhi nafkah keluarga.” Saya pun menjelaskan kepadanya bahwa rezeki Alloh yang ngatur, dari tadi saya ditawari beberapa becak, tapi saya masih berpikir untuk merasakan naik angkot saja. Tapi karena langit makin mendung, seketika saya putuskan naik becak agar segera sampai rumah, dan begitu abang tawarkan becak saya langsung naik.” Abang becak kembali menimpali, “Betul juga ya kak…”.

Begitu memasuki gerbang perumahan, kembali ana tegaskan ke abang becak bahwa kita harus bersyukur atas rezeki apapun dan berapapun yang kita terima, agar Alloh senantiasa menambahkan rezeki pada kita. Dan begitu sampai depan rumah dan kusodorkan ongkos sampil berkata, “Makasih ya Bang, semoga dalam perjalanan pulang segera mendapatkan penumpang lagi.” Abang itu mengatakan, “Amin, makasih ya kak atas ilmunya.” Sambil masuk rumah aku berdo’a semoga dia akan mendapatkan hidayah dari Alloh SWT.
Note : Ternyata banyak sekali orang-orang disekitar kita yang membutuhkan pencerahan dari kita, so…dimanapun berada berusahalah untuk menyampaikan walau satu ayat. Siapa tahu satu ayat yang kita sampaikan menjadi pengantar seseorang menemukan hidayahNya. Amin.

2 komentar:

Fath mengatakan...

Kok blm cerita td malem. He, ketahuan deh kl naik bentor

Enny Musfiroh Setyarini mengatakan...

Karena yang baru pulang dari luar kota dah kecapean... Takut mubadzir ceritanya, krn yg dengerin dah tidur.

SEHAT vs SAKIT

Untuk sahabat yang masih diuji dengan sakit, dan sedang berjuang menjemput sehat. Semoga Allah SWT senantiasa teguhkan dan lipatkan kesabara...